Untukmu
Di ujung sudut pena bertinta biru
Kutuliskan sebuah ceritera tentang kau dan aku
Penuh debu haru biru dan cerita sendu
Dan tawa tangis semu tak palsu
Hai..
Kuingin sedetik saja menyapamu
Tuk sejenak obati rasa rinduku
Meski di sana tak ada jawaban
Setidaknya kau akan dengar
Lihatlah..
Jemariku mulai lelah tuk menggores tinta
Tangan ini sudah terlalu lama mengungkap lubuk hati
Airmatapun nyatanya tak bisa mengering
Namun, apalah daya hatipun tak lagi mampu berteriak
Semoga..
Semoga, semoga, dan hanya semoga
Yang sanggup mengantar selembar harapan dan lantunan doaku
Agar sampai padamu
Duhai sahabat terbaikku
~WNA~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar